Rabu, 04 November 2009

autism,, jangan digunakan sebagai candaan aah!

Pesan dr seorang ibu yg berpengalaman membesarkan seorang anak yg menderita Autis, semoga memberikan pelajaran.

Stop Using Autism on our jokes
Autism is about having a pure heart and being very sensitive… It is about finding a way to survive in an overwhelming, confusing world… It is about developing differently, in a different pace and with different leaps

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…Di usia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini. Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya…Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu…

AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang (

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk…CEPATTTT!!!” Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku…PINGSAN..

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh Sil… marahin Sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=

Selasa, 03 November 2009

quotes

"Strength is happiness. Strength is itself victory. In weakness and cowardice there is no happiness. When you wage a struggle, you might win or you might lose. But regardless of the short-term outcome, the very fact of your continuing to struggle is proof of your victory as a human being." -- Daisaku Ikeda

"It is not work that kills men, it is worry. Work is healthy; you can hardly put more on a man than he can bear. But worry is rust upon the blade. It is not movement that destroys the machinery, but friction." --Henry Ward Beecher

"Hide not your talents, they for use were made. What's a sun dial in the shade?" -- Benjamin Franklin

"I am always doing that which I can not do, in order that I may learn how to do it." -- Pablo Picasso

"The trick is in what one emphasizes. We either make ourselves miserable, or we make ourselves strong. The amount of work is the same." --Carlos Castaneda

inginku

terinspirasi sebuah tulisan beberapa teman di blognya,,

"Memilih.. Kadang berarti memantapkan hati dengan tak lagi berpaling pada yang lain. Namun adakalanya memilih adalah bagian dari perjalanan hidup yang mengantarkan seorang anak manusia pada pilihan-pilihan lainnya sehingga satu kesalahan akan membuat seorang kian dewasa. Bukan pilihan akhir yang menjadi bermakna, melainkan bagaimana suatu peristiwa bisa menjadi bekal untuk menjadi lebih baik." Thanks buat Teh Yuti ^^ hehe

Beberapa hari mengalami dilema, saat aku memilih selalu muncul keraguan,, apakah ini yang terbaik untukku. Apakah ini sesuai dengan keinginanku sekarang. hm,, mungkin sekarang aku akan kembali mengalami kesalahan langkah itu, tapi, aku yakin akan ada jalan keluar di depan yang akan kutemui. cause, hey, Allah gifted me with an incredible brain,, dan akan ada banyak hal yang bisa kulakukan disini,, setidaknya belajar berhadapan dengan dunia yang "belum" sesuai dengan diri dengan menjadi diri dengan prinsipku ^^ menjadi manusia yang mampu mewarnai dunia sekitarku. menebar kebaikan di manapun aku berada,, hihi

Teringatku dengan diriku di masa lalu, saat masih duduk di kampus gajah duduk yang sering membuatku nyesek dengan capnya yang berat buanget :(. Berkecimpung dengan banyaknya dunia yang membuatku penasaran untuk menggali lebih banyak minat di diriku dengan idealisme yang membuatku tersenyum saat ini. hahaha, dulu ingin menjadi wanita karir di sebuah perusahaan besar dengan gaji yang menawan dengan ke"hectic'annya. tambahan, pengen jadi seniwati yang membantu berkembangnya seni budaya Indonesia serta aktivis sosial yang bergerak di bidang pendidikan anak kurang beruntung, plus wirausaha wanita yang sukses.. hahahaha.. yup, aku yang tidak suka untuk "diam", sangat menyukai kesibukan yang selalu membuat sel-sel di otakku terus bekerja,, kecuali saat aku tidur.. :P

But, now, i think it differently.. mungkin ada pengaruh dari pilihan hidup yang saat ini kujalani. saat kumenemukan jalan lain yang bagiku lebih indah untuk kulalui. lebih mengenal diri yang harusnya kukenal. setelah melalui pencarian akan kehausan jiwaku, aku mulai menemukan jalan itu. ^^ Alhamdulillah

Sekarang, aku tidak terlalu berpikir muluk akan bagaimana hidupku nantinya. Memiliki sebuah keinginan nyata,, kelihatannya memiliki keluarga dengan suami dan anak yang sangat mencintaiku dan aku cintai, memanfaatkan potensiku (yang dengan narsisnya kubilang high quality) tuk menjadi "manusia" tanpa menghilangkan kodratku sebagai wanita dan ibu sepertinya sangat menyenangkan ^^ hohoho..

:P:P:P

yang pasti sekarang,, aku ingin menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijaksana,, dengan tetap melangkah di jalanNya ^^

NB: mpris,, thanks buat tulisannya ^^ mari bergerak! hohoho

Minggu, 18 Oktober 2009

kekuatan hati

Rasanya sudah lama sekali tidak menonton anime. Mumpung lagi liburan dari karantina trainingku, sambil istirahat kumanfaatkan waktu buat nonton anime. Dengan adanya kegiatan kemiliteran yang memaksa fisikku bekerja lebih keras dan kegiatan kelas yang menguras otak, aku membutuhkan recharge energi dengan istirahat sebentar. Kali ini nonton One Piece, salah satu film anime kesukaan. Buat yang ga tau film ini, ini adalah film yang menceritakan tentang sekumpulan bajak laut yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian khusus masing-masing, dan sangat mengedepankan pertemanan. Mereka memiliki mimpi untuk mendapatkan one piece, berpetualang bersama, berbuat baik dan membantu kepada mereka yang mengalami kesulitan. Bajak laut baik ceritanya,, hehehe :p

Pada chapter film yang kutonton kali ini, ada satu line kalimat yang mengena banget di hatiku. Saat bertarung, meski babak belur saat bertarung melawan musuh, salah seorang tokohnya berkata: “Kekuatan bukanlah senjata, bukanlah jurus, melainkan hati” (by Sanji, One Piece). Hohoho, the power of heart ^^ Setuju banget!!! Selelah apapun kondisi otak dan tubuh kita, saat hati kita memiliki kekuatan positif besar, apapun bisa dilakukan. Kekuatan keyakinan bahwa semua hal mungkin, semua hal bisa terwujud dan terjadi. Ingat hal ini baik-baik, ya, sharty sayang ^^.

Hati..
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika buruk, maka buruklah semuanya. Dia adalah hati”. Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, hati merupakan sumber inspirasi akal, ilmu, kesabaran, keberanian, kemuliaan, cinta, kehendak, kerelaan, dan seluruh sifat-sifat yang terpuji.
Dengan demikian, hati adalah pusat kendali manusia, pada dasarnya mengarahkan kepada kebaikan dan harus dijaga agar selalu dalam kondisi baik, agar baik seluruh tubuh dan jiwa.

Namun, sudah menjadi sunatullah, kondisi hati selalu berubah-ubah. Sadar diri nih, masih sering sekali terombang-ambing oleh suasana hati yang berubah-ubah. Huh!

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh Al Ghozali, yaitu kisah Turmuz, yang menceritakan tentang keadaan hati yang berubah dan akhirnya ditunggangi oleh iblis.

****
Ada seorang ahli ibadah yang mendengar bahwa ada sebatang pohon yang disembah manusia selain Allah. Lalu dia membawa kapaknya, berjalan-jalan mengendap-ngendap untuk menebang pohon tersebut, sehingga dengan begitu dia bisa memotong ujian bagi orang-orang yang mensucikan dan menyembah pohon tersebut. Di tengah jalan dia berpapasan dengan Iblis yang hendak mencegahnya, namun dia menolak. Maka keduanya bertarung dan dia bisa mengalahkan Iblis, yang tak ubahnya sehelai bulu di tangannya.

Di sinilah Iblis mulai melakukan tawar-menawar secara licik dengan ahli ibadah itu, yang intinya agar dia kembali lagi ke rumah dan membiarkan keberadaan pohon tersebut. Sebab kalau pun pohon itu ditebang, tidak akan banyak memberikan manfaat, sebab orang-orang bisa menyembah pohon lain. Akhirnya Iblis berjanji hendak memberinya uang dinar setiap hari, yang pasti akan dia dapati di bawah bantalnya, sehingga dia bisa memanfaatkan uang itu dan memberikannya kepada fakir miskin. Tawar menawar terus dilakukan, hingga akhirnya ahli ibadah itu pun menerima tawaran tersebut dan Iblis memberikan sejumlah uang dinar setiap pagi seperti yang telah disepakati bersama.

Ahli ibadah setiap hari mendapatkan uang dinar setiap pagi yang diletakkan di bawah bantalnya. Namun pada suatu hari dia amat terkejut karena tidak mendapatkan uang dinar itu ada di bawah bantal, seperti biasanya. Dia pun bersabar selama beberapa hari, siapa tahu Iblis akan menepati janjinya. Tapi ternyata nihil. Maka tidak ada jalan lain baginya kecuali keluar dari rumah sambil menenteng kapak, untuk menebang pohon. DI tengah jalan dia berpapasan dengan Iblis, dan keduanya saling bersitegang, lalu duel. Kali ini Iblis bisa mengalahkan ahli ibadah itu, yang tak ubahnya seekor burung kecil berada di cengkeraman kuku kakinya.

Kemudian ahli ibadah bertanya kepada Iblis, mengapa kali ini Iblis bisa mengalahkannya, padahal sebelumnya ahli ibadah itu menang dalam duel dengannya ? Iblis menjawab, “Pada kali pertama kemarahanmu karena Allah, sehingga engkau mempunyai kekuatan yang tidak pernah engkau miliki sebelumnya, sehingga sulit ditandingi, dan aku pun begitu cepat kalah di tanganmu. Tapi kali ini kemarahanmu karena engkau tidak mendapatkan dinar lagi, sehingga engkau tidak mempunyai kekuatan seperti sebelumnya, dan engkau pun kalah di tanganku secepat sambaran kilat.”
****

Begitu kuatnya keadaan hati yang hanya tertuju pada Allah SWT semata, dan sebaliknya betapa rapuhnya keadaan hati yang tertuju pada selain Allah. Hal-hal duniawi bisa dengan mudah menguasai hati manusia, kebergantungan kepada selain padaNya bisa membuat hati sakit dan lemah.

Sebuah hadits telah menggambarkan seberapa besar kekuatan ruh, yang dimiliki orang yang hatinya ikhlas karena Allah: Tatkala Allah menciptakan bumi, maka ia pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung, dan kekuatan diberikan kepadanya, yang ternyata ia diam. Maka para malaikat pun heran terhadap penciptaan gunung itu. Mereka bertanya, “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung? Allah menjawab, “Ada, yaitu besi”. Mereka bertanya, “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?”. Allah menjawab, “Ada, yaitu api”. Mereka bertanya, “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?”. Allah menjawab, “Ada, yaitu air”. Mereka bertanya, “Adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?”. Allah menjawab, “Ada yaitu angin”. Mereka bertanya, “Adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada angin?”. Allah menjawab, “Ada, yaitu anak Adam yang mengeluarkan shadaqah dengan tangan kanannya sedang tangan kirinya tidak mengetahui”. (Diriwayatkan Al-Tirmidzy dan Ahmad)

Orang-orang yang ikhlas, apapun “ujian” yang dihadapi, tak akan menyerah dan bergeming. Jadi ingat teladan Rasulullah SAW, saat beliau ditawari kekuasaan, kedudukan yang terhormat, harta dan segala kenikmatan dunia, agar beliau menghentikan dakwahnya. Menghadapi tawaran ini beliau bersabda dengan nada yang keras dan tegas, “Demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, niscaya aku tidak akan meninggalkannya, hingga Allah memenangkannya atau membinasakan yang lain.”. Keren!! Subhanallah ^^

Ya, hanya Allahlah yang harusnya menjadi tempat bergantung dan meminta pertolongan karena hanya Dialah yang Maha segalanya. Tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. “Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "jadilah", maka jadilah ia.” (QS An Nahl [16] :40).

So, why R u still uncertain with the power of heart, the power of believe and being ikhlas?

Dalam buku The Secret-nya Ronda Byrne, dikatakan, “Tiga kekuatan besar : kekuatan sikap syukur untuk menyembuhkan, kekuatan iman untuk menerima, dan kekuatan tawa serta kegembiraan untuk melenyapkan penyakit dalam tubuh.” So,,, mari bersyukur, yakin, dan bergembira ^^. Hidup ini ujian, hadapi dengan senyum dan ikhlas karenaNya. Yakin bisa!!

Sabtu, 17 Oktober 2009

jelas

owh, ternyata begitu,, sudah jelaslah semuanya ^^ baru kumengerti mengapa panas itu selalu membara. meski sering kuacuhkan, tapi tak bisa kupungkiri. ternyata aku mesti lebih percaya dengan naluri dan analisisku,, karena terkadang belasku membutakanku :) hahahaha,,

logikaku tak salah, hatiku juga benar,, panas itu terlalu kuat, tak bisa kuredakan dengan dinginnya es manapun. matanya tak bisa berpaling pada sang rembulan, yang meski menghilang, tetap dinanti kehadirannya saat bulan baru. tiupan angin hanya sebatas kepalsuan karena kebutuhannya akan cahaya. bagimu aku mungkin hanya bisa menjadi kembang api, yang menyala terang dan memukau, tapi hanya sementara. hm,, setidaknya, aku sudah melakukan apa yang harus kulakukan, hasil terserah.

yak, saatnya melanjutkan perjalanan, tak boleh kuberhenti terpaku di hutan ini. senja hampir tiba, harus segera kembali ke rumahku yang nyaman. berbaring di peraduanku, menyongsong matahari pagi yang cerah menebarkan senyum kepadaku. :)

Minggu, 11 Oktober 2009

berbahagialah ^^

Ketetapan Allah pasti berlaku; ajal sudah ditentukan, rezeki sudah ditetapkan, maka tiada gunanya lagi bersedih hati. Sakit, fakir, dan musibah pasti ada pahalanya, maka tiada gunanya bersusah hati.

Dalam musibah terkandung empat buah seni bersikap, yaitu: mengharapkan pahala Allah, menghayati sikap sabar, sebutan yang baik, dan menanti belaian kasih sayang Allah.

Apa yang telah berlalu, sudah berlalu dan apa yang pergi tidak akan kembali. Oleh karena itu, jangan pikirkan apa yang telah berlalu, karena sesungguhnya dia telah pergi dan tidak akan kembali.

Ridhalah dengan takdir yang telah diputuskan dan rezeki yang telah diberikan. Segala sesuatu telah ditetapkan berdasarkan ukurannya masing-masing, maka janganlah berkeluh kesah.

Bersyukurlah kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat agama, akal, kesehatan, pakaian, pendengaran, penglihatan, hati, rezeki, dan sebagainya, dengan memelihara dan memanfaatkan semuanya.

Biarkan masa depan datang dengan sendirinya. Jangan cemaskan hari esok, karena sesungguhnya jika dapat memperbaiki keadaan hari ini, akan menjadi lebih baik pula keadaan hari esok dengan sendirinya.

Ingatlah selalu bahwa Allah sangat luas ampunanNya. Dia selalu menerima taubat dan memaafkan kesalahan hamba-hambaNya dan Dia dapat menggantikan keburukan dengan kebaikan.

Perbanyaklah mohon ampun kepada Allah, karena hanya dengannya dapat didatangkan rezeki, kelapangan, keturunan yang baik, ilmu yang bermanfaat, kemudahan, dan dihapuskan segala dosa.

Ketahuilah bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan dan kelapangan datang sesudah kesusahan. Ketahuilah bahwa setiap keadaan tidak berlangsung selamanya, melainkan bergiliran sebagaimana perputaran masa.

Bersikap optimislah, janganlah berputus asa dan jangan frustasi, tetapi berbaik sangka lah kepada Allah, niscaya akan datang dari sisiNya semua kebaikan dan keindahan.

Tinggalkanlah keragu-raguan dalam mengambil keputusan dan hindarilah sikap bimbang dalam menghadapi berbagai urusan penting. Teguhkan hati, kuatkan tekad, dan terus maju.

Perlakukanlah orang lain dengan baik dan berikanlah kebaikan kepada manusia. Terimalah orang lain menurut apa adanya dan maafkanlah kesalahan yang tak sengaja mereka lakukan. Ketahuilah memang demikianlah sunatullah yang berlaku di kalangan manusia dan kehidupan.

Hamba yang paling berbahagia adalah orang yang paling banyak mendermakan kebajikan, paling banyak membantu teman-teman, dan paling pandai berterima kasih.

Senyuman adalah kunci kebahagiaan. Cinta adalah pintunya, gembira adalah tamannya, iman adalah cahayanya, dan rasa aman adalah dindingnya.

Siapa yang ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai rasul anutannya, maka dia berhak mendapat ridha Allah dan ini merupakan sendi-sendi makna ridha.
.
.
.
“Aku serahkan urusanku kepada Allah.” (QS 40:44)
Aku ajukan pengaduanku kepadaNya, aku beberkan keadaanku kepadaNya, aku berbaik sangka kepadaNya, aku bertawakal kepadaNya, aku ridha dengan keputusanNya, dan aku merasa tenang dengan pemberianNya.

^.^ Luv u Allah ^.^

(dikutip dari La Tahzan by Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni)

Sabtu, 10 Oktober 2009

bintang

Kala kegelapan malam menyelimuti, bulan dan bintang bersinar dengan eloknya
Saat bulan purnama bersinar tak kau butuhkan sinar bintang.
Tapi, akan ada saat dimana bulan tak lagi bersinar.
Saat itu, akan kau sadari adanya bintang yang setia membagi sinarnya tanpa lelah.
Meski redup, dengan cahayanya sendiri bintang akan selalu bersinar di langit itu.
.
.
.
Bersinar,, bersinar,, bersinar dengan indahnya.
Sampai suatu saat Allah menghendaki bintang kehilangan cahaya
Dan menjadi bentuk lain dari dirinya.
.
.
.
Lubang hitam, hahaha :P

Jumat, 09 Oktober 2009

pergi

mengapa perpisahan selalu terasa berat?? :((

5 bulan lalu, setelah 1 tahun 1 bulan aku di chelonind, aku mesti meninggalkan keluarga besarku disana.. keluarga yang menyayangiku, dengan para bapak, kakak, teteh, dan adik2.. yah, memang mauku sih, tapi tetep aja sedih..
sekarang, berada di kondisi yang sama,, setelah 5 bulan-an di ega kineta, aku mesti meninggalkan kembali keluarga baruku disana,, ibu, bapak, dan kakak serta adikku,, sediih!

huffffff,,,,

sharty kuat,, mereka sayang dengan sharty,, makanya mengijinkan sharty meraih apa yang sharty inginkan ^^
meski berpisah dengan tak sering bertemu,, hubungan kalian baik2 saja kan?? tetep dekat dengan terjalinnya silaturahmi dengan kunjungan dan internet.. hohoho

yuuuup! all of them are loving me :)

************************************
" Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulanpun bersinar betapa indahya
Namun menambah kepedihan oh

Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan janganlah kau ragu
Berikan senyuman padaku

Selamat tinggal kasih
Sampai kita jumpa lagi
Aku pergi takkan lama
Hanya sekejap saja
Ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti"
(Pergi untuk kembali by: Ello)

wahai sahabat

Wahai sahabat-sahabatku,

Bagaimana kabar kalian? Hal apa saja yang sudah kulewatkan dari hidup kalian? Aku berdo’a, semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kebahagiaan untuk kalian. Semoga senyum selalu tersungging dari bibir indah kalian.

Terima kasih ya ^^. Kata-kata yang tidak akan pernah habis terucap dari bibirku untuk kalian. Tak terkira senangnya hatiku memiliki kalian di sisiku. Aku, seorang manusia pendosa beruntung, yang Allah pertemukan dengan kalian yang memiliki hati yang sangat baik. Yang mengajarkankanku akan cinta karena Allah, setia membantu dan menuntunku menjadi manusia, meski sering sekali aku tersandung dan terjatuh, berbelok dan berputar-putar. Persahabatan dan kepercayaan kalian akan diriku, yang penuh kelemahan ini membuatku lebih kuat, selangkah demi selangkah.

Maafkanku karena melewatkan banyak sekali momen penting dalam hidup kalian. Keterbatasanku membuatku kadang terlena bersua dengan kalian, dalam suka dan duka. Maafkanlah lemahku yang sering memperlambat langkah kalian. Maafkanlah khilafku jika sering menyakiti hati kalian.

Sobat, kan kujabat tangan kalian. Mari bergandengan tangan, bersama melangkah menuju kebaikan, menuju cinta-NYA ^^

Luv u all!!!

.

.

.

Rasulullah SAW telah bersabda, “Sesungguhnya di antara para hamba-hamba Allah, mereka bukanlah para Nabi, bukan pula para syuhada’, namun pada Nabi dan para syuhada merasa iri dengan tempat yang mereka terima dari Allah pada hari kiamat.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami siapa mereka itu?” Beliau bersabda, “Mereka adalah kaum yang saling mencintai dengan ruh Allah yang bukan dari rahim-rahim di antara mereka, bukan juga demi harta yang saling mereka berikan. Demi Allah! Wajah mereka bagaikan cahaya, dan sungguh mereka bagai cahaya. Bila manusia takut mereka tidak takut, bila manusia bersedih mereka tidak bersedih.” Kemudian beliau membaca ayat, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Yunus [10] : 62)

(HR Abu Daud)

Kamis, 08 Oktober 2009

tak mengerti

terkadang kutak mengerti akan dia,, bagai angin dia berubah2 sekehendak hatinya. tak bisa dengan mudah kuikuti arahnya,, yah, hanya bisa bersabar belajar memahami orang,, hehehe

atau,, itu cerminan diriku ya? aku seperti itu juga kah? hm, bisa jadi.. berarti punya peer baru,, belajar memahami perasaan orang lain saat aku mulai berlaku seperti itu. dan berlaku yang seharusnya kulakukan,, hehehe